Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Rotasi Bumi Melambat, Bakal Terjadi Banyak Gempa Besar

 

Garudaphone.id - Menurut para ahli pada tahun - tahun ini Rotasi bumi terasa melambat hal ini menimbulkan beberapa efek dari waktu ke waktu. Salah satunya mengakibatkan panjang satu hari di bumi semakin lama. 


Bukti-bukti menunjukkan satu hari di Bumi bertambah 1,8 milisekon dalam 100 tahun. Sehingga, perlambatan rotasi yang berlangsung perlahan ini tidak terasa bagi manusia.


Sehingga, digunakan jam atom untuk menghitung waktu lebih akurat, tidak terpengaruh oleh rotasi Bumi. Jam atom menunjukkan satu hari di Bumi telah bertambah 1,7 milisekon dibanding 100 tahun lalu.


Meski demikian, menurut Nasal Observatory Amerika Serikat yang melakukan pengamatan sejak 1973 hingga 2008, perlambatan rotasi Bumi tidak konstan.


Perubahan rotasi bervariasi antara 4 milisekon hingga minus 1 milisekon. Bahkan, angka negatif menunjukkan rotasi Bumi berputar makin cepat.


1. Ledakan jumlah oksigen di atmosfer

Peneliti menemukan efek perlambatan rotasi Bumi berkaitan dengan penambahan kadar oksigen di atmosfer 2,4 miliar tahun lalu.


Ahli mikrobiologi Gregory Dick dari Universitas Michigan menjelaskan Hal ini terjadi karena dengan siang hari yang lebih panjang, maka mahkluk berklorofil bisa memproduksi lebih banyak oksigen, khususnya alga hijau-biru (atau cyanobacteria).


Akibat lonjakan alga hijau-biru, terjadilah Peristiwa Oksidasi Hebat. Kehadiran mereka membuat atmosfer Bumi mengalami peningkatan oksigen luar biasa. Sebab, tanpa oksigen yang cukup kehidupan di Bumi tak mungkin muncul.


2. Makin sering gempa besar

Para ilmuwan memprediksi bahwa pada 2018, aktivitas seismik Bumi dengan gempa bumi bermagnitudo besar akan makin sering terjadi.

Peningkatan ini akan terjadi di seluruh dunia, terutama di daerah tropis. Peningkatan frekuensi guncangan sendiri diyakini terjadi karena perubahan kecepatan rotasi Bumi.


Hubungan erat antara meningkatnya magnitude guncangan dan aktivitas seismik Bumi dengan kecepatan rotasi Bumi diteliti oleh Roger Bilham of the University of Colorado dan Rebecca Bendick of the University of Montana. Kedua ilmuwan telah merekam seluruh gempa bumi dengan magnitude 7 Skala Richter atau lebih besar sejak 1900. Mereka menemukan bahwa gempa lebih sering terjadi ketika kecepatan rotasi Bumi berubah.

Post a Comment for "Bahaya Rotasi Bumi Melambat, Bakal Terjadi Banyak Gempa Besar"