Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lagi - Lagi PUBG Mobile Di Kabarkan Bakal Di Blokir Kominfo

 

Garudaphone.id - Game Battle royal paling populer di Indonesia bahkan Asia, PUBG MObile buatan Tencent, kembali dikabarkan bakal di blokir kominfo. Setelah beberapa waktu lalu juga dituding merupakan game haram dan dinilai mencacat simbol islam. 


Adapun pemblokiran tersebut merupakan permintaan dari Bupati Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Sapuan kepada Kominfo. Hal ini lantaran game perang terbaik ini dianggap membawa dampak negatif pada anak sekaligus sebagai pemicu terjadinya tindak kekerasan.


" “Bupati telah menyampaikan surat permohonan untuk meminta Menkominfo melalui Direktorat Jenderal Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir game online di wilayah Kabupaten Mukomuko,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mukomuko Bustari Maller dalam keterangan di Mukomuko, Selasa (22/6), seperti dikutip Antara.


“Mereka, anak-anak itu, telah menjadi pecandu game online sehingga kondisi seperti ini seharusnya segera mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat,” katanya.


 "


Kominfo tak hanya akan blokir PUBG dan Free Fire, game lain yang juga turut menjadi target pemblokiran yaitu Mobile Legends (ML) dan Higgs Domino, baik yang mobile maupun yang ada pada perangkat PC. Bupati Mukomuko sengaja meminta langsung kepada Kominfo karena pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan pemblokiran terhadap sebuah game.


Dampak dari game online memang telah sejak lama menjadi perdebatan di masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, isu pemblokiran juga terjadi di beberapa negara, termasuk negara yang dikenal bebas seperi Amerika.


Mundur sedikit ke belakang, tidak lama setelah insiden penembakan yang menewaskan 17 orang di Florida. Di hadapan para pemimpin industri game, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding  video game menjadi penyebab terjadinya tindak kekerasan di dunia nyata.


Hal yang sama juga pernah diungkap Capres Amerika Serikat, Hilary Clinton yang menyebut, bagi remaja game online sama berbahayanya dengan rokok. Berdasarkan informasi, kasus kekerasan menggunakan senjata di Amerika Serikat mencapai 30.000 kasus dalam setahunnya.


Kementeri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) buka suara terkait permintaan pemblokiran yang dilayangkan ke pihaknya. Reaksi tersebut disampaikan oleh Dedy Permadi setelah mendapat laporan bahwa game online terkait membawa dampak buruk bagi  perkembangan, kesehatan serta pendidikan anak.


Menanggapi permintaan tersebut, Kementeri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan permintaan sejumlah pihak atas pemblokiran terhadap game online seperti Free Fire, PUBG dan sejenisnya.


“Kominfo pada prinsipnya akan memproses dan mempertimbangkan setiap aduan atau semua permohonan pemblokiran yang diterima tentunya berlandaskan dengan regulasi yang berlaku,” ujar juru bicara Kominfo, Dedy Permadi saat dihubungi, Kamis (24/6/2021).


“Semua permohonan pemblokiran akan diproses selama dilakukan oleh pihak yang berkepentingan, melalui kanal pengaduan yang sudah ditetapkan. Prosesnya juga dilakukan secara hati-hati dan melibatkan juga pengembang dari penyedia game atau aplikasi tersebut,” jelas Dedy.


Lebih lanjut juru bicara Kominfo, Dedy Permadi mengatakan pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pemblokiran (blokir) terhadap suatu game, apalagi pemblokiran dengan skala nasional. Menurutnya, ada aturan yang harus dijalankan yang mengatur regulasi serta kewenangan Kominfo.


Peraturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang diubah melalui Peraturan Menteri Kominfo No. 10 Tahun 2021.


“Semua permohonan pemblokiran akan diproses selama dilakukan oleh pihak yang berkepentingan, melalui kanal pengaduan yang sudah ditetapkan. Prosesnya juga dilakukan secara hati-hati dan melibatkan juga pengembang dari penyedia game atau aplikasi tersebut,” jelas Dedy.


Sebelumnya, pada 2019 lalu Kemenkominfo menyatakan bahwa wacana pemblokiran terhadap game online PUBG dan beberapa game sejenis yang juga mendapat sorotan masih terus digodok. Kominfo belum menentukan nasib game online tersebut karena masih terus melakukan diskusi dan pembahasan yang melibatkan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai pihak terkait, seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA).


Post a Comment for "Lagi - Lagi PUBG Mobile Di Kabarkan Bakal Di Blokir Kominfo"