Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fitur Baru Whatsapp Ini Ternyata Punya Resiko Di Sadap, Ujar Bos Kaspersky

 

https://www.garudaphone.id/ - Perusahaan Keamanan Internet dan Komputer, Kaspersky mengungkapkan adanya resiko keamanan dengan hadirnya fitur terbaru join call Video Call Grup dari Whatsapp. Dengan kemampuan ini, seseorang dapat bergabung dalam panggilan video grup yang tengah berlangsung, meski dia melewatkannya. Jadi, panggilan video grup tidak perlu diulang jika ada seseorang yang ingin bergabung dalam percakapan tersebut.


Menurut Lead Security Researcher Kaspkersky, Victor Chebyshev, WhatsApp sendiri bukan aplikasi pertama yang memiliki kemampuan ini. Sebelumnya, fungsi yang sama juga tersedia di Microsoft Teams.


"Namun dari sudut pandang keamanan, kemampuan bergabung dengan panggilan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan risiko penyadapan (eavesdropping)," tutur Victor dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (24/7/2021).


Victor menuturkan, hal ini dapat terjadi jika memang para penyerang berada di grup WhatsApp yang sama dengan para korbannya, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk dapat terhubung dengan panggilan yang sedang berlangsung.


Para penyerang harus perlu menunggu sebagian besar peserta bergabung dan kemudian berharap mereka dapat berpartisipasi tanpa diketahui. Penyerang juga tidak perlu duduk terlalu lama menunggu panggilan dimulai, karena mereka dapat terhubung kapan saja.


Kendati demikian, anggota grup terutama admin dapat melacak partisipan dan memastikan orang luar tidak bergabung. Selain itu, WhatsApp juga menjamin privasi pertukaran atau dalam grup lewat penggunaan enkripsi end-to-end.


"Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yang mencoba meluncurkan serangan man-in-the-middle, tidak akan dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup," ujar Victor melanjutkan.


Victor pun mengatakan hingga sekarang, sebagian besar software berbahaya masih fokus pada penyadapan pesan WhatsApp dan dialog online yang diarsipkan. Kaspersky belum menemukan kasus terkait penyadapan panggilan apa pun, terutama panggilan grup.


Hanya ia mengatakan apabila sebuah perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan akan memiliki kemampuan merekam mikrofon dan kamera pada perangkat, sehingga memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun.


"Terlepas dari saluran komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau menelepon secara reguler di ponsel," tutur Victor menutup pernyataannya.


Sebelumnya, WhatsApp baru saja menghadirkan kemampuan baru untuk fitur panggilan video grup (group video call). Dengan kemampuan baru ini, pengguna dapat dengan mudah bergabung dalam panggilan video grup yang mungkin terabaikan.


Dalam keterangan resmi yang kami terima, Rabu (21/7/2021), kemampuan baru ini memungkinkan pengguna WhatsApp untuk tidak langsung menjawab panggilan grup saat percakapan dimulai. Jadi, ia dapat menyusul kemudian.


Seperti diketahui, saat melakukan panggilan video grup di WhatsApp, jika ada seseorang yang melewatkannya dan ingin bergabung, panggilan harus dimulai kembali dari awal.


Adapun opsi lain adalah meminta orang dalam panggilan video grup tersebut untuk mengundangnya kembali.


"Dengan fitur ini, jika seseorang dari grup kamu melewatkan panggilan grup saat panggilan berdering, ia masih dapat bergabung kapan pun. Kamu juga dapat keluar dan bergabung kembali selama panggilan masih berlangsung," tutur WhatsApp.


Selain itu, pengguna kini juga dapat meninjau daftar peserta termasuk undangan yang belum bergabung dalam sebuah panggilan video grup. Untuk melakukannya, pengguna tinggal mengetuk menu Buka saat ada panggilan masuk.


Post a Comment for "Fitur Baru Whatsapp Ini Ternyata Punya Resiko Di Sadap, Ujar Bos Kaspersky"